jamilah spd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

TEGAS DALAM BERPERILAKU

Guru, profesi yang harus dijalankan jika sudah sampai pada kenyataan. Bukan pekerjaan sambilan yang harus dikesampingkan. Banyak yang harus dipahami dalam menjalankan keprofesiannya. Karena berhubungan langsung dengan makhluk Allah SWT. yang paling sempurna. Mampukah membawa siswa menuju kesuksesan, duhai guru?

Menurut Undang-undang No. 14 tahun 2005, guru, pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Oleh karena itu maka guru salah satu unsur penting dalam dunia pendidikan. Pemerintah terus berupaya agar para guru memiliki kualitas yang baik. Bukan hanya dari segi kuantitas guru yang diperhatikan, tetapi kompetensi perlu ditingkatkan. Pelatihan dan seminar salah satu cara untuk meningkatkan kualitas guru.

Seorang guru bukan hanya sekadar mentransfer ilmu pada siswanya tetapi bisa sebagai fasilitator, agar pendidikan akan menjadi baik. Mengajar siswa dapat disamakan dengan pasukan tempur yang menentukan kemenangan atau kekalahan dalam perang. Oleh karena itu, maju dan mundurnya pendidikan tergantung dari cara guru itu mengajar. Empat kompetensi yang harus dimiliki guru professional diantaranya kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Jika setiap guru telah memiliki keempat kompetensi tersebut maka pendidikan di Indonesia akan berkembang pesat. Keterpurukan bukan lagi menjadi kenyataan dalam pendidikan tetapi menuju kebangkitan yang sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia. Alinea keempat akan terwujud dengan nyata.

Siswa yang menjadi target penting dalam dunia pendidikan memang harus betul-betul diutamakan. Persiapan guru ketika proses belajar mengajar merupakan modal utama. Penguasaan materi, keterkaitan materi dengan strategi pembelajaran, kesiapan mental guru merupakan hal yang tak kalah penting. Tidak ada lagi guru yang menyamakan dirinya ketika menjadi siswa dengan siswa yang dihadapi sekarang ini. Banyak hal yang harus disiapkan guru ketika akan mengajar diantaranya rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), kriteria ketuntasan minimal (KKM), silabus, program tahunan, dan program semester. Kesemua persiapan itu memang harus sesuai dengan kondisi sekolah, keadaan siswa bukan hanya asal membuat. Apalagi menyontoh dan tidak mengerti apa yang diinginkan.

Ketika guru membuat KKM maka komponen yang dibuat harus difahami karena akan menentukan pada saat tatap muka. Terkadang mereka tidak sadar dan mengeluh ketika pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu pemahaman akan banyak hal yang harus diketahui itu kewajiban. Bukan lagi guru merasa pandai dalam segalanya. Tuntutan guru professional manakala sudah disandang pada diri setiap guru, maka harus mulai sekarang berbenah diri. Alinea keempat UUD 45 akan segera terwujud. Dambaan setiap siswa ketika berada di kelas.

Dalam kurikulum 2013, pendekatan saintifik jika betul diterapkan guru akan memiliki tuntunan. Salah satu alternatif model pembelajaran antara lain Discovery Learning (DL), Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), Learning Cycle (LC), dan Science Tecnology and Society (STS). Jika pada proses belajar mengajar, seorang guru memilih kesesuaian materi dengan model pembelajaran maka tidak akan kendala yang cukup besar. Pemahaman akan model pembelajaran itu amat penting agar ilmu yang disampaikan dapat difahami oleh setiap siswa. Jika setiap model pembelajaran memang betul difahami dan diterapkan setiap guru, menghadapi siswa model apun akan dapat diatasi.

Seorang guru seperti yang diamanatkan dalam UU No. 14 tahun 2005, dalam pepatah jawa dikatakan seorang guru harus bisa digugu lan ditiru. Tanpa disadari seorang siswa meniru apa yang telah dilakukan oleh gurunya. Apalagi menjadi idolanya maka jadilah cermin yang baik. Ketika masuk dalam kelas pada saat proses belajar mengajar maka siswa yang dihadapi seperti ada rasa keterkaitan dan keterikatan. Hubungan yang dekat antara guru dan siswa akan mudah untuk mengubah pola fikir mereka. Delapan belas karakter yang telah ada dikurikulum 2013 jika difahami oleh setiap guru maka dengan mudahnya menerapkannya.

Kelas, tempat terjadinya interaksi antara guru dan siswa harus betul-betul bermanfaat. Jangan sampai terjadi kesenjangan antara guru, siswa yang cepat belajarnya, dengan siswa yang lambat belajarnya. Pengelolaan kelas menjadi tanggung jawab dari setiap guru. Akhir dari proses belajar mengajar, merupakan ketuntasan klasikal yang harus dimiliki siswa. Jika siswa yang mengerjakan soal ulangan harian mendapatkan nilai banyak yang tidak mencapai KKM. Keharusan guru mengulang pembelajaran yang telah disampaikan. Dengan harapan tidak ada lagi nilai yang dibawah KKM. Bukan hanya siswa diberi ulangan lagi tanpa pembelajaran ulang. Soal yang diberikan harus tetap sama. Rasa emosi yang terkadang tidak terkendali manakala mereka banyak yang tidak mencapai KKM. Haruslah dibuang jauh-jauh agar setiap siswa merasa nyaman dalam menerima ilmu. Koreksi kembali terhadap pembelajaran yang telah disampaikan akan mengubah pola pikir seorang guru.

Pengelolaan kelas, pada saat proses belajar mengajar merupakan hak seorang guru. Dunia yang dimiliki siswa haruslah terbawa ke dunia guru, karena tidak ada lagi kesenjangan. Jangan sampai seorang guru dipaksakan mengikuti kehendak siswa. Yang akan terjadi banyak pelajaran yang tidak dikuasai siswa bahkan berharap tidak menginginkan kehadiran guru di kelas. Mematikan karakter siswa akan membuat mereka hanya sekadar datang ke sekolah. Motivasi yang kurang dan ogah-ogahan akan terus menutup hatinya. Rasa tidak nyaman dan menentang ketika di sekolah yang akan menguasai hatinya.

Harapan besar bagi seorang siswa menuju kesuksesan. Generasi muda impian setiap bangsa untuk dapak memimpin negeri ini. Di tangan guru-guru professional yang berjiwa besar untuk selalu dinanti siswanya karena keikhlasan. Tidak ada lagi di negeri ini masyarakat yang berpendidikan tinggi justru melakukan korupsi. Kesadaran akan mencari ilmu harus betu-betul dimiliki setiap generasi muda. Bukan hanya mereka yang berada di kota besar yang dapat mengenyam ilmu. Sampai kemasyarakat pelosokpun harus menerima. Didirikannya sekolah akan mengikis mereka untuk tidak beralasan karena minimnya ekonomi.

Kesadaran masyarakat akan pendidikan membuat rendahnya tingkat kenakalan anak usia sekolah. Ajakan dan bujukan terkadang datang dari pihak anak-anak yang kurang pendidikan karena usia yang sudah dewasa. Mempersiapkan generasi muda yang sesuai dengan undang-undang di alinea empat harus secara bersama-sama. Peranan orang-orang yang berpendidikan sangat dibutuhkan. Penataan akan guru memang diperlukan, tidak lagi ada sekolah yang kelebihan dan ada yang kekurangan. Penempatan guru pada asal daerah perlu mendapat perhatian yang serius. Terkadang tidak nyaman karena lingkungan masyarakat yang dekat sekolah membuat mereka harus dilindungi.

Perjuangan yang dilaksanakan oleh para guru. Mengubah akan kesadaran tentang berperilaku dalam masyarakat. Beberapa ciri kepribadian seorang remaja: ingin tahu dan senang pada hal-hal yang mengandung bahaya. Menentang otoritas, setia kawan dengan kelompok sebaya serta perilaku yang tidak stabil dan berubah-ubah. Pengaruh lingkungan sangat besar sekali, kalau tidak ada benteng pada akan diri akan terbawa arus. Ada empat tekanan terhadap kehidupan generasi muda diantaranya perorangan, keluarga, media, dan kelompok sebaya. (Lydia, 2006).

Dorongan yang datangnya dari dirinya sendiri akan pengaruh negatif harus dibekali oleh agama yang kuat. Perang hawa nafsu dengan pikiran berkecamuk kalau tanpa ilmu. Segala keinginan, kepercayaan, harapan dan cita-cita harus penuh semangat. Seorang anak tanpa kepercayaan dan harapan dari anggota keluarga akan mencari jati diri di luar. Oleh karena itu perlu dukungan yang kuat dari pihak keluarga.

Di era yang serba canggih, media berupa gadged banyak mengambil peran. Tanpa pengetahuan yang kuat maka akibat pengaruh negatif luar biasa. Pikiran, harapan, perilaku, dan norma yang diterima serta berlaku bagi remaja

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali