jamilah spd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

TEGAR DALAM KEPANIKAN

Tantangan terkadang membutuhkan keberanian. Berawal dari kondisi yang dihadapi membuat impian harus jadi kenyataan. Pekerjaan yang baru diterima harus terus dicoba. Kegagalan yang akan membuat pengalaman baru untuk mendapatkan hal yang lebih baik. Jangan sampai kegagalan datang untuk kedua kali, itu artinya masuk pada lubang yang sama. Mampukah kesuksesan untuk menggapai sesuatu dengan proses?

Perjalanan bersama bertemu di Sidogiri menuju keperayan perkawinan teman pakai mobil satu saja itu janjiannya. Waktu itu Imroatin minta dijemput ketika mau datang menghadiri perayaan perkawinan. Sebelum ke sana dia akan datang ke kantor cabang dinas Pendidikan karena akan konsultasi pada atasannya. Saya,Titit, dan Dian diminta untuk menjemput. Depan salah satu mol dekat rumah sakit Purut kota Pasuruan, awal permintaan Imroatin. Sepeda yang dikendarai akan diparkir di rumah sakit. Ternyata Imroatin minta ditemani Dian ketika akan ke dinas Pendidikan. Jadi hanya saya dan Titit yang naik mobil.

Perjalanan menuju Purut sudah saya tempuh. Menunggu sesuai permintaan sudah saya lakukan. Bosan melanda saya dan Titit, akhirnya menelpon Imroatin. Ternyata Imroatin minta untuk dijemput di kantor cabang dinas Pendidikan. Beberapa menit setelah sampai di tempat tujuan, terus menuju ke rumah teman yang akan membawa kami ke tempat resepsi pernikahan. Jalan sudah banyak yang rusak karena ada proyek strategi nasional berupa pipanisasi dan pembuatan jalan tol. Jalan alternatif untuk menuju rumah teman yang mengajak bareng saya lalui. Karena arah ke rumahnya tidak tahu, perjalanan langsung dari dinas Pendidikan kearah barat. Mobil saya tumpangi bersama Titit dan Dian. Sementara Imroatin naik sepeda motor. Ditengah perjalanan karena tidak tahu akses yang akan dilalui menuju ke rumah Saiful Bahri. Seorang bapak pengendara sepeda motor kebetulan berhenti. Imroatin yang naik sepeda motor segera bertanya. Maaf pak kalau mau kearah Sidogiri lewat mana? Bapak yang mengendarai sepeda motor terus berkata ikut saya saja, karena tujuan sama.

Mobil yang saya kemudi, hanya mengikuti sepeda motor Imroatin. Jalan yang bekelok-kelok membuat terus waspada. Pas di tikungan tajam tertutup oleh tanaman jagung yang sudah tua, dari arah berlawanan ada sepeda motor yang dikendarai dengan kencang dan mengendarainya di tengah. Saya dan dua teman panik ketika roda kendaraan sudah berada gantung di atas sungai. Teriakan keras yang tidak terkendali membuat harus tetap tegar. Alhamdulillah setir langsung saya belokkan, kalau tidak mungkin masuk ke sungai. Saya tidak tahu apa jadinya kalau masuk sungai. Tanpa merasa salah pengendara sepeda motor yang berlawanan arah hanya berlalu saja. Sebagai pengemudi, waspada dan cekatan memang diperlukan, agar tidak mudah terlena.

Pekerjaan yang membutuhkan saling keterkaitan terjadi di tempat jalan yang harus saya lewati ketika berangkat dan pulang sekolah. Proyek nasional berupa penggalian jalan untuk pemasangan pipa dan pembuatan jalan tol sudah mulai dikerjakan. Diberbagai akses jalan mengalami kerusakan, belum lagi banyak rumah yang terkena proyek. Sementara kesuksesan menuju hal yang lebih baik belum tampak. Spanduk yang berisikan kecaman, hujatan dan ancaman dari orang-orang yang kurang mengerti terus berdatangan pada para penyandang kebijakan. Tulisan yang terkadang orang untuk membaca ketika terjadi kemacetan membuat dibuat kesempatan oleh pihak lain. Terbukti ketika dibiarkan maka berbondong-bondong menempelkan tulisan-tulisan senada. Kedewasaan yang dibutuhkan untuk mencerna kesemuanya itu.

Pada waktu pulang sekolah, mobil yang saya kemudi, bannya bocor. Suamiku pada saat pagi sebelum berangkat pesan agar ban mobilnya ditambal. Hujan rintik-rintik yang menemani perjalanan ke tempat tambal ban saya lalui. Awalnya Titit bilang padaku kalau mau ikut, begitu menuju mobil tampak Dian dengan suara yang manja untuk berpamitan pulang sekaligus bareng. Tampak dari kejauhan Wahyu menghadang arah jalan keluar sembari berkata aku ikut. Keluar dari gerbang sekolah sudah tampak kemacetan karena arah yang akan dilalui. Perlahan terus kukemudi, sampai di tempat berjalan kendaraan roda empat bergantian, sebuah mobil membawa bego kearah yang sama tepatnya kendaraan yang kemudi ada dibelakangnya.

Mobil yang saya kemudi disuruh berhenti. Ternyata mobil yang membawa bego akan menurunkannya. Tepatnya dekat pasar Warungdowo bego diturunkan dari mobil yang mengangkutnya. Begitu bego diturunkan secara perlahan, histeri terjadi ketika mobil saya. Semua menjerit dan ngomong mobil suruh diundurkan. Setelah saya lihat dari spion itu tak mungkin, pegawai proyek nasional dengan cekatan untuk meminta kendaraan dibelakang mobil saya untuk mundur. Bantuan dari para pegawai kemudian mobil saya geser untuk mundur. Walaupun demikian ketegaran seorang sopir untuk tidak panik sangat dibutuhkan. Banyak ilmu baru yang harus dihadapi pada saat mengemudi, tidak diperoleh ketika latihan mengemudi.

Bego diturunkan dengan perlahan ternyata jarak setengah meter dari mobil saya. Keahlian yang sudah dimiliki oleh para pengemudi bego memang sangat tegar, walaupun posisi yang tidak terlalu luas. Ketahuilah pekerjaan akan sukses jika dikendalikan oleh para ahlinya. Masing-masing orang memiliki keahlian masing-masing. Ketrampilan belum tentu ahli dalam pengetahuan, tetapi keseimbangan intelgensi, emosional dan social menjadi kunci utama. Banyak orang pandai tetapi sosialnya nggak dapat. Ada juga emosinya tidak terkendali membuat amburadul.

Mudah dalam berkata, terkadang susah menjalaninya. Belajar dari pengalaman memang diperlukan. Kegagalan yang bukan mematahkan semangat. Terus berjuang untuk menggapai kesuksesan akan menjadi kedewasaan dalam menghadapi. Selalu mencoba mengatasi masalah yang dihadapi dan menunjukkan ketegaran sangat dibutuhkan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali